Awas
Jangan Ghibah !!!
Saudaraku yang semoga senantiasa dirahmati Allah,
pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salah satu bentuk
penyimpangan dari lisan yaitu "GHIBAH" atau kalau dalam bahasa kita
lebih kita kenal dengan istilah "GOSIP atau NGRASANI".
Saudaraku yang kami cintai karena Allah, amat sangat
kita sayangkan, banyak kaum muslimin yang mereka terjerumus kedalam dosa yang
satu ini, yaitu dosa GHIBAH. Bahkan banyak para penuntut ilmu agama yang mereka
juga terjerumus kedalam dosa ini, yang lebih memprihatinkan lagi ada orang yang
terkenal sebagai da'i, ustad akan tetapi setiap ketemu dengan orang yang ia
bicarakan aib orang lain. Allaahumma innaa nas-alukal 'alukal 'afwaa wal
'afiah
Dalil-dalil
Larangan Ghibah
Banyak sekali dalil-dali baik dari Al-Qur'an maupun
Hadis yang menyebutkan tentang larangan ghibah dan bahayanya. Diantaranya:
".....Dan janganlah sebagaian kalian
menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan
daging saudaranya yang sudah mati? Mata tentulah kamu merasa jijik
kepadanya" [Qs.Al-Hujurat: 12]
Ibnu katsir mangatakan “potongan ayat tersebut
terdapat larangan berbuat ghibah” [Ibnu
Katsir (7/490]
Ibnu Qudamah mengatakan : "Al-Qur'an datang
mengharamkan ghibah, (dan) pelakunya disamakan dengan orang yang makan
bangkai" [Mukhtasar Minhajul Qashidin oleh Ibnu Qudamah hlm 313]
Oleh karena itu ghibah termasuk dosa besar, karena
Allah menyamakan dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati, yang mana
kita tahu memakan daging manusia yang sudah mati termasuk dosa besar.
Rasulullah ï·º bersabda:
"Wahai orang-orang yang beriman dengan
lisanya namun iman belum masuk kedalam hatinya, janganlah mengghibah kaum
muslimin, jangan mencari-cari aib mereka, karena barangsiapa mencari-cari aib
mereka, maka Allah akan mencari aibnya, dan barangsiapa yang Allah mencari
aibnya, maka Allah mempermaluknya (sekalipun) dia didalam rumah"
[HR.Ahmad no 19721, Abu Daud no 4880 dan tercantum dalam shahih sunanya]
Ali bin al-Husain berkata:
“Jauhilah ghibah, karena ia adalah lauk
anjing-anjing manusia” [Mukhtasar
Minhajul Qasidin hlm 315]
Semoga Allah menjaga kita dari dosa ghibah.
Posted by , Published at 5:26 AM and have
0
comments

No comments:
Post a Comment