Awas Jangan Ghibah [Bagian 1] : Dalil-dalil Tentang Larangan Ghibah

Awas Jangan Ghibah [Bagian 1] : Dalil-dalil Tentang Larangan Ghibah




Awas Jangan Ghibah !!!

Saudaraku yang semoga senantiasa dirahmati Allah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salah satu bentuk penyimpangan dari lisan yaitu "GHIBAH" atau kalau dalam bahasa kita lebih kita kenal dengan istilah "GOSIP atau NGRASANI".

Saudaraku yang kami cintai karena Allah, amat sangat kita sayangkan, banyak kaum muslimin yang mereka terjerumus kedalam dosa yang satu ini, yaitu dosa GHIBAH. Bahkan banyak para penuntut ilmu agama yang mereka juga terjerumus kedalam dosa ini, yang lebih memprihatinkan lagi ada orang yang terkenal sebagai da'i, ustad akan tetapi setiap ketemu dengan orang yang ia bicarakan aib orang lain. Allaahumma innaa nas-alukal 'alukal 'afwaa wal 'afiah

 Dalil-dalil Larangan Ghibah
Banyak sekali dalil-dali baik dari Al-Qur'an maupun Hadis yang menyebutkan tentang larangan ghibah dan bahayanya. Diantaranya:

Allah Ta'ala berfirman:

".....Dan janganlah sebagaian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Mata tentulah kamu merasa jijik kepadanya" [Qs.Al-Hujurat: 12]

Ibnu katsir mangatakan “potongan ayat tersebut terdapat larangan berbuat ghibah” [Ibnu Katsir (7/490]

Ibnu Qudamah mengatakan : "Al-Qur'an datang mengharamkan ghibah, (dan) pelakunya disamakan dengan orang yang makan bangkai" [Mukhtasar Minhajul Qashidin oleh Ibnu Qudamah hlm 313]

Oleh karena itu ghibah termasuk dosa besar, karena Allah menyamakan dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati, yang mana kita tahu memakan daging manusia yang sudah mati termasuk dosa besar.

Rasulullah ï·º  bersabda:
"Wahai orang-orang yang beriman dengan lisanya namun iman belum masuk kedalam hatinya, janganlah mengghibah kaum muslimin, jangan mencari-cari aib mereka, karena barangsiapa mencari-cari aib mereka, maka Allah akan mencari aibnya, dan barangsiapa yang Allah mencari aibnya, maka Allah mempermaluknya (sekalipun) dia didalam rumah" [HR.Ahmad no 19721, Abu Daud no 4880 dan tercantum dalam shahih sunanya]

Ali bin al-Husain berkata:
“Jauhilah ghibah, karena ia adalah lauk anjing-anjing manusia” [Mukhtasar Minhajul Qasidin hlm 315]

Semoga Allah menjaga kita dari dosa ghibah.









share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Seneng Widodo, Published at 5:26 AM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment