"Niat Merubah Perkara Mubah Menjadi Berpahala"

"Niat Merubah Perkara Mubah Menjadi Berpahala"



Niat Merubah Perkara Mubah Menjadi Ibadah

“Dengan Menyebut Asma Allah “

            Diantara kemulian dan kemurahan Allah Ta’ala  bahwa Dia menjadikan kemudahan bagi para hambanya untuk melakukan amalan-amalan yang Allah ta’ala telah perintahkan kepadanya , baik itu perkara yang wajib, ataupun perkara yang sunah.Dan Dia telah menyediakan pahala yang berlipat bagi orang yang mengerjakanya,Rosuluallah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa berniat melakukan sebuah kebaikan namun ia tidak jadi melaksanakanya maka Allah telah menulis untuknya satu kebaikan yang sempurna,tetapi apabila ia melaksankanya maka Allah akan tulis untuknya sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat kebaikan,atau dilipatkan gandakan lebih dari itu.”(HR:Bukhori (6491) dan Muslim (131).

            Termasuk ketika kita mengerjakan amalan yang itu sifatnya “Mubah” yang berarti hokum asalnya boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan,akan bisa mendapatkan pahala sebagaimana seseorang mengerjakan amalan-amalan sunah,kenapa bisa demikian karena Rosuluallah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
            “Sesungguhnya setiap amal tergantung kepada niat,dan setiap orang memperoleh apau yang diniatkan”.(HR:Mutafaqun alaihi).

            Diantara kandungan hadis ini bahwasanya setiap amalan itu pasti ada niatnya dan seseorang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan itu,oleh karena itu jika seseorang meniatkan amalan-malan mubahnya untuk mengantarkan dia  kepada amal sholeh yang lainya atau dia meniatkan untuk mendapatkan pahala disisi Allah maka ,perkara mubah itu menjadi bernilai pahala.

            Ibnu Rajab rahimahullaah  berkata “Manakala seorang mukmin memenuhi keinginan syahwatnya yang mubah dengan niat takwa maka hal itu menjadi ketaatan yang berpahala”(Jami’ul ‘Uluum wal Hikam (II/192) ).

            Ibnu Mas’ud  berkata “Sesungguhnya aku mengharapkan pahala dari tidurku sebagaimana aku mengharapakan pahala dari shalat malamku “ (Jami’ul ‘Uluum wal Hikam (II/192) ).

            Oleh karena itu Sudah selayaknya seorang muslim memperhatikan niat bagi setiap amal perbuatanya sehari-hari.Hendaknya ia memasang niat yang baik sebisa mungkin,sehingga semua kativitasnya akan bernilai pahala,misalnya seseorang tidur cepat maka niatkan untuk bisa bangun malam,contoh lagi seseorang makan di niatkan agar dengan makan itu dia menjadi kuat untuk beribadah kepada Allah,dan setiap amal mubah hendaklah diniatkan untuk mengharap pahala disisi Allah.

Referensi :

Pandual amal sehari semalam,Abu Ihsan al-Atsari,Pustaka Darul Ilmi,bogor 2009.

Amalan Harian Seorang Muslim,Abu Muhammad ibnu Shalih bin Hasbullah,Pustaka Ibnu Umar Bogor.
@SMK Muhammadiyah 1 Salam,Jumoyo ,Salam Magelang,Diselesaikan malam hari tanggal 16 Dzulhijjah /21 Oktober 2013.

Hanya berkat taufik dari Allah.




share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 7:51 AM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment