Diantara bentuk kesyirikan yang bisa
terjadi adalah dengan bertawasul (meminta do'a) kepada orang yang
sudah mati,atau meminta syafa'at kepada selain Allah padahal syafa'at
hanya hak mutlak milik Allah.
Kaidah Kedua
Syaikh Muhammad At-Tamimi beliau
berkata didalam kitab Qawa'idul Arba
“Bahwasanya
mereka mengatakan “Tidaklah kami berdoa kepada mereka dan tidaklah
kami menghadap wajah kepada mereka itu kecuali untuk mendekatkan diri
dan mencari syafa'at.”
Adapun dalil
tentang apa yang mereka ucapkan ,tertera dalam ayat Allah Ta'ala :
“Dan orang-orang yang mengambil
pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka
melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan
sedekat-dekatnya”.Sesungguhnya Allah akan memutuskan diantara
mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya.Sesungguhnya Allah
tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat
ingkar”.(Qs:Az-Zumar:3)
Adapun dalil
tentang syafa'at tertera dalam ayat Allah Ta'ala
“Dan mereka menyembah selain
Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka
dan tidak (pula) kemanfaatan ,dan mereka berkata “Mereka itu adalah
pemberi syafa'at kepada kami disisi Allah” (Qs:Yunus:18)
Syarah Kaedah Kedua
Bahwa kaum musyrikin yang oleh Allah Ta'ala dihukumi kekal didalam
neraka,mereka tidaklah menyukutukan Allah ,dengan selain Allah dalam
hal Rububiyyah.Akan tetapi mereka menyukutukan Allah Ta'ala dalam hal
Uluhiyyah,yaitu dengan mempersembahkan salah satu bentuk ibadah
kepada selain Allah.
Mereka tidak mengatakan dan menyakini bahwasanya
sesembahan-sesembahan mereka itu ,mampu memberi rizki, mampu
memberikan manfaat dan madharat, atau mampu mengatur.Hanya saja
mereka telah menjadikan sesembahan-sesembahan mereka ,yang mereka
ibadahi itu,sebagai pemberi syafa'at bagi mereka.Sebagaimana yang
telah Allah katakan tentang mereka dalam ayat-ayat-Nya:
“Dan mereka
menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan
kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan ,dan mereka berkata
“Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami disisi Allah”
(Qs:Yunus:18)
Mereka mengakui hal ini,yaitu bahwasanya sesembahan-sesembahan yang
mereka ibadahi itu tidaklah mampu memberikan manfaat dan mendatangkan
bencana,hanya saja mereka menjadikan sesembahan-sesembahan mereka
itu sebagai pemberi syafa'at ,yaitu : “Perantara disisi Allah
Ta'ala didalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka”.
Kemudian mereka menyembelih ternak untuk sesembahan-sesembahan
mereka,dan bernadzar untuk mereka.Seakali lagi mereka melakukan semua
itu bukan karena mereka menyakini bahwa sesembahan-sesembahan mereka
itu dapat memberikan rizki,dapat mendatangkan manfaat atau menolak
bencana akan tetapi mereka menjadikan sesembahan-sesembahan mereka
itu,sebagai perantara dan pemberi syafa'at bagi mereka disisi Allah
Ta'ala ,dan inilah kayakinan orang-orang Musyrik.
Sekarang jika kita mendebat penyembah kuburan,maka ia akan mengatakan
sama dengan ucapan diatas.Ia akan mengatakan: “Saya tahu bahwa wali
ini atau orang shalih ini tidak mampu memberikan musibah dan tidak
pula memberikan manfaat.Akan tetapi ia adalah seorang shalih dan aku
ingin mendapatkan syafa'at darinya disisi Allah Ta'ala.”
Syafa'at itu ada yang haq(benar) dan ada juga yang batil,syafaat yang
haq dan benar adalah syafaat yang memenuhi dua syarat:
Syarat yang pertama : Adanya ijin Allah Ta'ala.
Syarat yang Kedua : Seorang yang berhak mendapatkan syafaat adalah
orang yang tergolong dari ahli tauhid.
Dan Jika hilang salah satu dari dua syarat tersebut maka syafaat
tersebut adalah syafaat yang batil.Firman Allah Ta'ala “Siapakah
yang dapat memberi syafa'at disisi Allah tanpa izin-Nya”
(Qs:Al-Baqarah:255).
Dan Firman Allah Ta'ala
“Dan mereka
tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai
Allah”(Qs:Al-Anbiyaa:28)
Mereka yang mendapat syafaat adalah orang-orang yang bermaksiat dari
kalangan orang-orang bertauhid.Adapun orang-orang kafir dan kaum
musyrikin,maka tidak akan bermanfaat syafa'atnya orang dapat memberi
syafaat.
“Orang-orang
yang zhalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak
(pula)mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya”
(Qs:Ghofir:18)
Kaum musyrikin mendengar tentang syafaat akan tetapi tidak mengetahui
makna syafaat itu.Mereka mencari syafaat kepada orang-orang tersebut
tanpa adanya izin dari Allah Ta'ala.Bahkan mereka mencari syafa'at
dari orang-orang yang berbuat kesyirikan kepada Allah Ta'ala,yang
tidak bermanfaat baginya syafa'at para pemberi syafa'at.Mereka tidak
mengetahui makna syafa'at yang benar ataupun yang batil.
Insya Allah berlanjut......
Hanya berkat Taufik dari Allah
Referensi
Empat Kaedah Memahami Tauhid Syarah Qowa'idul Arba,Karya Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abduallah Al-Fauzan,Terbitan Al-Furqon,cetakan pertama 2007
Oleh : Abu Abdurrahman Farhan (Seneng widodo).
Disempurnakan pada hari Rabu 13 Rabiul Awal 1435 H,di Kompleks SMK
Muh 1 Salam.
Posted by , Published at 2:28 AM and have
0
comments

No comments:
Post a Comment