Obat Bagi Hati [bagian 1]

Obat Bagi Hati [bagian 1]


Amalan-Amalan Yang Menghidupkan Hati

Oleh Syaikh Dr Ahmad Farid

Kebutuhan hati terhadap berbagai bentuk ibadah  atau ketaatan, seperti kebutuhan tubuh kepada makanan dan minuman. Kedudukan segala jenis kemaksiatan seperti makanan beracun, yang akan merusak hati. Seorang hamba benar-benar membutuhkan ibadah kepada Rabbnya, seperti halnya ia perlu untuk selalu mengkonsumsi nutrisi pada waktu-waktu tertentu demi menjaga kesehatan dirinya.

Apabila ia sadar telah menkonsumsi makanan beracun harus berusaha secepatnya untuk membebaskan tubuhnya dari pengaruh racun itu.

Seluruh ketaatan mutlak bisa menghidupkan hati. Disini kita akan membahas beberapa diantara ketaatan yang bisa menghidupkan hati. 

Amalan yang Pertama Dzikir Kepada Allah Ta'ala 
 Sehubungan dengan pentingnya dzikirullah bagi hati, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
"Dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan. Apa jadinya bila ikan keluarkan dari air? "

Dalam kitab Al-Wabilus Shayyib, Ibnul Qayyim menyebutkan sekitar delapan puluh faidah dzikir. Diantaranya:
1. Dzikir adalah makanan pokok bagi hati dan ruh. Apabila seorang hamba kehilangan dzikir(tidak berdzikir kepada Allah), ia seperti tubuh yang tidak mendapatkan makanan pokok (maksudnya hatinya akan sakit kemudian mati)

2. Dzikir dapat mengusir setan dan menundukan setan

3. Dzikir menjadikan kita mendapatkan ridhanya Allah

4. Dzikir bisa menghilangkan kesedihan hati dan kegelisahan dari hati

5. Dzikir bisa mendatangkan kegembiraan

6. Dzikir memberikan cahaya bagi hati dan wajah

7. Dzikir memberikan kewibawaan dan keindahan

8. Dzikir mendatatangkan kecintaan kepada Allah Ta'ala

9. Dzikir mendatangkan ketaqwaan kepada Allah Ta'ala

10. Dzikir menjadikan hamba diingat oleh Allah Ta'ala
Allah Ta'ala berfirman:
"Maka ingatlah kepadaku, niscaya aku akan ingat kepadamu" (Qs.Al-Baqarah: 152)

[Disalin dari kitab Tazkiyatun Nafs edisi Indonesia dengen sedikit perubahan, Karya Syaikh Dr Ahmad Farid, Diterbitkan oleh Pustaka Arafah- Solo. Cetakan ke 28 tahun 2013]



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Seneng Widodo, Published at 11:16 PM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment