"Adab -Adab dalam Menuntut Ilmu"

"Adab -Adab dalam Menuntut Ilmu"


بســــــــم الله الــــرحمـــــن الـــــرحيم

Adab-Adab Menuntut Ilmu
Oleh:Seneng Widodo

              Menuntut imu merupakan kewajiaban bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan sebagaimana sabda Rosuluallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
 “Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim” (Hr :Ibnu Majjah)

Dan rosuluallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjajikan kemudahan bagi setiap orang yang dia mau berusaha untuk menuntut ilmu,berupa kemudahan jalan untuk menuju surga
sebagaimana sabda rosuluallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu,maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (Hr: Muslim)
                Lihatlah wahai saudaraku rosuluallah mengatakan “Menempuh jalan untuk mencari ilmu” ini menunjukan bahwa ilmu itu dicari dengan cara kita berusaha belajar dan mendatangi ilmu  tersebut,oleh karena itu rosuluallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  tidak mengatakan bahwa mencari ilmu itu dengan duduk –duduk santai,bertelakan di ranjang,main-main kesana kemari.

                Maka dari itu Karena bagitu besarnya keutamaan menuntut ilmu,dan pahala-pahala yang dijanjikan bagi orang yang menuntut ilmu maka kita perlu tahu apa saja hal-hal yang bisa membantu kita untuk mendapatkan ilmu,salah satu caranyayaitu dengan  kita memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu dan kami akan sebutakan beberapa adab menuntut ilmu ,diantara adab menuntut ilmu adalah:

1.Bersabar dalam menuntut ilmu
            Kesabaran sangat di perlukan ketika seseorang ingin menuntut ilmu apalagi ilmu yang dicari adalah ilmu tentang agama yang  dengan kata lain ilmu ini adalah ilmyang sangat agung maka tentunya tantangan yang akan didapatkan juga semakain besar oleh karena itu kita memerlukan kesabaran.
            Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
“Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.Kecuali orang-orang yang beriman,dan mengerjakan amal sholeh,dan menasehat-nasehati supaya mentaati kebenaran dan menasehat-nasehati supaya menetapi kesabaran” (Qs: Asahr:1-3).yang dimaksud dengan “dan menasehat-nasehati supaya menetapi kesabaran”  diantaranya adalah bersabar dalam menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu.
            Dan kita juga hendaklah mengambil pelajaran dari pendahulu kita bahwa mereka bersabar ketika menuntut ilmu.Lihatlah kenapa Imam Nawawi bisa menghasilkan karya yang begitu luar biasa seperti kitab ,Hadist Arbain Nawawi,Riyadhus Sholihin,dan masih banyak karya-karya beliau yang lain,hal ini bisa dicapai  karena kesabaran beliau dalam menuntut ilmu, bahkan disebutakan oleh para ulama beliau tidak kurang dalam sehari membaca sekaligus menelaah dua belas disiplin ilmu.Bagitu pula imam-imam yang lain kenapa mereka bisa menjadi imam bukhori,imam syafi’i ,imam muslim dll jawabnya karena kesabaran mereka dalam menuntut ilmu.


2.Ikhlas dalam menuntut ilmu
            Niat merupakan perkara yang penting dalam sebuah ibadah karena niat yang ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanaya sebuah amalan,dan ketahuilah bahwa menuntut ilmu adalah ibadah, oleh karena itu kita perlu mengikhlaskan niat kita dalam menuntut ilmu.
Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk mengikhlaskan niat kita dalam beribadah ,Allah Ta’ala berfirman : “Padahal mereka tidak disuruh,kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan-Nya dalam (menjalankan)agama yang lurus” (Qs:Al-Bayinah:5).
            Dan juga Allah mengancam  orang-orang yang dia menuntut ilmu karena ingin mendapatkan dunia bukan ikhlas karena Allah ,dengan ancaman yang keras yaitu tidak akan mendaptkan wangi surga sebagaimana Sabda Rosuluallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
 “Barang siapa belajar ilmu yang seharusnya untuk mendaptkan ridho Allah,dia tidak belajar kecuali untuk mendapatkan kenikmatan  dunia,maka dia tidak akan  mendapatkan wanginya surga (Hr:Ahmad,Abu Daud,Hakim dan di shahihkan Syaikh Albani dalam Shahihul jami)
                Oleh karena itu kita menunut ilmu bukan untuk menyombongkan diri didepan para ulama ,atau untuk mengelabui orang bodoh atau mendebatnya dan bukan juga untuk menyombongkan diri di majlis.Rosuluallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Janganlah kalian belajar ilmu untuk bermegah-megahan dengan ulama,atau untuk mengelabui orang bodoh ,atau untuk menyombongkan diri di majlis,barang siapa melakukan yang demikian maka Neraka,Neraka (Hr:Hakim,ibnu Hibban dan Ibnu Majjah di shahihkan syaikh Albani dalam shahiul Jami).

3.Beramal dengan ilmu yang telah kita dapatkan
                Syekh Muhammad At-Tamimi rahimahuallah menyabutkan dalam kitabnya Tsalatshul Ushul bahwa wajib bagi kita untuk mempelajari empat masalah yaitu ilmu,amal,dakwah dan sabar.Oleh karena itu seseorang ketika mendapatkan ilmu hendaklah dia berusaha mengamalkanya karena ilmu itu untuk diamalkan karena ibarat orang yang dia tidak mau mengamalkan ilmunya maka seperti keledai yang membawa kitab Allah ta’ala berfirman :
“Perumpamaan  orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat,kemudian mereka tidak mebawanya (Tidak mengamalkanya)adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal.....”(Qs:Aljumu’ah:5)
                Dan seseorang belum dikatakan alim apabila ia belum mengamalkan ilmunya  sebagaimana perkataan Fudail bin Iyadh “Seorang ‘alim akan senantiasa dikatakan bodoh sampai dia mengamalkan ilmunya.Jika dia sudah mengamlakan ilmunya barulah dia dikatakan ‘alim”.
                                                                                                                                                                                              
4.Senantisa merasa diwasi oleh Allah(Muraqabah)
                Muraqabah yaitu merasa senatiasa diawasi oleh Allah ta’ala,sehingga mencegah dia unutk bermaksiat kepada-Nya.Hendaklah kita senantiasa merasa diawasi oleh Allah termasuk ketika kita dalam tahap menuntut ilmu Allah ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak pula dilangit”(Qs:Al-Imran(3):5).

5.Menjaga Pentingnya Waktu
                Waktu bagi seorang penuntut ilmu sangat berharga bahkan setiap detiknya waktu sangatlah berharga ,karena waktu tidak bisa diputar kembali ,kalau waktu kita  tidak kita gunakan kepada perkara-perkara yang baik pasti akan kita gunakan kepada perkara yang tidak baik ,tidak ada pilihan yang ketiga,bahkan Allah ta’ala di dalam al-Qur’an banyak bersumpah dengan waktu: “Demi masa”(Qs:Al-Asahr:1), “Demi waktu dhuha”(Qs:adhuha:1) dan masih banyak yang lainya ini menunjukan pentingya waktu dalam hidup kita oleh karena itu rosuluallah memerintahkan kita untuk segera beramal,segera menuntut ilmu agama Rosuluallah bersabda :
“Bersegeralah melakukan perbuatan baik,karena akan terjadi fitnah laksana sepotong malam yang gelap”(Hr:Muslim).

6.Menjaga waktu dan disiplin dalaam waktu
                Disiplin adalah perkara yang sangat penting dalam tahap menuntut ilmu,karena dengan kita disiplin dalam menuntut ilmu maka kita akan mendapatkan ilmu yang secara sempurna berbeda dengan orang yang dia tidak disiplin tentunya dia akan ketingalan banyak sekali mata-mata pelajaran yang di ajarkan oleh ustad/gurunya dan ini merupakan  kerugian yang besar.Oleh karena itu hendaklah kita benar-benar memperhatikan masalah disiplin waktu ini.
sebuah contoh: semisal kajian,akan dimulai pukul 08:00 maka kita datang tepat waktu,atau bahkan kita datang sebelum jam tersebut.Liahatlah para generasi sebelum kita mereka selalu berlomba-lomba untuk datang paling awal untuk mendatangi majlis-majlis ilmu bahkan dikisahkan ada yang kajiannya itu dimulai setelah shubuh ,ada salah seorang ulama yang datangnya ke majlis pengajian tersebut setelah ashar sehari sebelumkajian dimulai ,subhanallah semangat yang luar biasa dari para pendahulu kita dalam berdisiplin ketika mengikuti majlis-majlis ilmu.

7.Muraja’ah(Mengulang-ulang) kembali ilmu yang telah dipelajari
                Mengulang-ulang ilmu yang telah didapatkan adalah sangat penting,karena jika tidak ilmu itu akan hilang dan tentunya kita akan merasa rugi,sebagian ulama berkata “Setiap sesuatu yang ada isi akan menjadi penuh kecuali hati yang semakin di isi semakin kosong.
                Dengarlah wahai saudaraku penuturan dari Abu Hilal yang menceritakan pengalaman pribadinya tentang masalah muroja’ah ini.Beliau berkata “Pada awalnya menghafal merupakan sesuatu yang sulit bagi saya.Kemudian saya membiasakan diri muroja’ah hingga saya bisa menghafal syair “Ru’bah bin Al-Ajjaj” dalam satu malam yang berjumlah 200 bait”
                Begitu puala Az-Zarnuji beliau mengatakan “Seyogyanya seorang penuntut ilmu menyiapkan dirinya dan meluangkan waktunya untuk mengulang-ulang pelajran.Karena tidak akan bisa menetapdi hatinya hingga melakukan demikian.

8.Memilih teman yang bisa mendukung kita menuntut ilmu
                Teman atau sahabat merupakan halyang penting dalam hal menuntut ilmu,karena seseorang itu akan menjadi baik karena teman dan bisa menjadi buruk juga karena teman.Dan bahkan agama seseorang itu tergantung dengan temanya.
                Rosuluallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk bagaikan penjualminyak wangi dan pandai besi.Penjual minyak wangi anda bisa membeli darinya ,atau dia member anda minyak wangi atau anda mendapatkan aroma yang harum.Adapun pandai besi ia akan  membakar baju atau anda mendapatkan bau yang tidak enak(Hr:Muttafaq Alaih)
                Oleh karena itu hendaklah kita mencari teman-teman yang sholih yang bisa membantu kita untuk senantiasa istiqomah dalam menuntut ilmu,yang senantiasa mengingatkan kita akan perkara akhirat,Isa bin maryam berkata “Bertemanlah dengan orang yang bila anda melihatnya anda bisa mengingat Allah,perkataanya bisa menambah pengetahuan anda bisa mendorong anda untuk beramal akhirat”.

9.Beradab kepada guru/ustad/syekh ketika menuntut ilmu
                Adab kepada guru ini sangat penting karena berkat pertolongan Allah kemudian melalui beliau-beiau kita bisa mengenal indahnya Islam dan kita bisa mendapatkan ilmu agama.Beradab dengan tutur kata kita ketika di majlis atau diluar majis,beradab dengan akhlak kita,dan kita juga mendoakan mereka.



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 11:26 PM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment