"Ikhlas (Bag 1)"

"Ikhlas (Bag 1)"


Apa Itu Ikhlas? (Bagian 1)
            Diantara perkara yang dituntut oleh setiap hamba ketika dia beribadah kepada Allah adalah mengikhlaskan ibadahnya hanya untuk Allah sebagaimana Firman Allah Ta’ala “Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien (agama)kepada-Nya ,lagi bersikap lurus” (Qs:Al-Bayyinah:5).Dan juga bahwasanya ikhlas merupakan syarat diterimanya sebuah amalan ,oleh karena itu kita perlu mengetahui makna ikhlas dan hal-hal yang berkaitan denganya.Dan kami akan sedikit paparkan tentang Ikhlas.

A.    Definisi Ikhlas
Secara bahasa ikhlas berarti “Murni” sebagaimana firmana Allah Ta’ala
“Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien (agama)kepada-Nya ,lagi bersikap lurus” (Qs:Al-Bayyinah:5).
Sedangkan menurut istilah ada beberapa definisi yang disebutkan para ulama diantaranya:
1.      Ikhlas adalah memurnikan tujuan bertaqarrub kepada Allah Ta’ala dari hal-hal yang mengotorinya.
2.      Ikhlas adalah menjadikan Allah Ta’ala satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan.
3.      Ikhlas mengabaikan pandangan makhluk dengan cara selalu berkosentrasi kepada Al-Kholiq.(Lihat Tazkiyatun Nafs Bab 1 Ikhlas,Dr Ahmad Farid)

Dari semua definisi diatas tidak ada yang bertentangan justru malah saling melengkapi.
B.     Beratnya Keikhlasan

Ikhlas merupakan salah satu perkara yang berat karena kebanyakan manusia terlena dari harapan-harapan dunia dan juga syahwatnya,hampir tidak ada satu amalan yang dikerjakan oleh seseorang bisa bersih dari dari harapan-harapan yang sebenarnya tidak berguna ini,apa lagi ditambah dengan godaan iblis yang akan selalu menyesatkan anak cucu adam,supaya mereka tidak bisa ikhlas.

Syufyan Ats-Tsauri berkata “Saya tidak pernah mengobati sesuatu melebihi terapiku terhadap niat”

Sebagian Ulama berkata “ Bagi orang yang suka beramal mengikhlaskan niat jauh lebih sulit dari pada melakukan seluruh aktivitas”.

Suhail pernah ditanya tentang sesuatu yang paling berat bagi diri .Ia menjawab “Ikhlas,sebab dengan ikhlas ,diri tidak mendapatkan bagian dari apa yang dikerjakan sama sekali.”.

Tetapi walaupun demikian dengan kita meminta pertolongan kepada Allah dan bersungguh-sungguh untuk mengikhlaskan niat dalam semua ibdah kita ingsya allah,kita akan mendapatkan keikhlasan dalam beribadah.

Bersambung Ingsya Allah......!!!!


Hanya Allah lah Yang Maha Mengetahui dan
Hanya Allah Lah yang Memberi Taufik.

Penulis : Seneng Widodo
@ Sore Hari di SMK Muh 1 Salam  Desa Jumoyo,Salam,Magelang


Refrensi:

102 Kiat Agar Semangat Belajar Agama Membara,Abul Qa’qa Muhammad,terbitan eLBA edisi revisi, Cetakan kedua ,2007.

Tazkiyatun Nafs (edisi terjemahan) ,Dr.Ahamad Farid .Terbitan pertama Dar Qalam.2001.








share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 4:19 PM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment