Bismillah..
Diantara sarana yang dapat menangkis kesediahan dan
keguncangan hati adalah
“Berkosentrasi
,fokus untuk memberikan pikiran kepada pekerjaan hari ini yang sedang dia
hadapi dan menghentikan pikiran dari menoleh jauh dari masa yang akan
datang,dan menoleh kebelakang dari kesediahan yang telah lalu.”
Oleh karena itu Rasuluallah Shallallahu Aalaihi wa
sallam berlindung kepada Allah dari dua sifat yaitu Al-Hamm (kegundahan) dan
Al-Huzn (Kesedihan).
Al-Huzn (kegundahan) adalah kesedihan terhadap perkara-perkara yang telah
lalu ,telah terjadi.
Orang yang memikirkan perkara sedih ,atau kejadian
sedih yang telah terjadi maka hatinya akan menjadi gundah dan dia menjadi orang
yang tidak bahagia.Seharusnya dia ingat bahwa kejadian telah lalu,kesedihan
yang telah lalu itu tidak akan terputar ulang,perkara tersebut sudah selesai.
Al-Hamm (kegundahan) adalah kegundahan yang terjadi
disebabkan karena takut,khawatir terhadap sesuatu yang mungkin terjadi dimasa
mendatang,
Orang memikirkan kejadian-kejadian yg mungkin terjadi dimasa mendatang sehingga dia
bingung, khawatir,takut akan terjadi sesuatu yang akan menimpa karir
kerjanya,akan menimpa kesahatanya,akan menimpa hartanya.Maka orang yg seperti
ini akan selalu gundah gulana.
Jadi hendaknya seorang mukmin menjadi “Putera
Harinya” yaitu menjadi manusia terbaik dalam menyambut harinya ,yang sedang
dihadapinya dan sekaligus mampu memfokuskan diri ,sunguh-sunguh dan serius untuk
memperbaiki hari,detik yang sedang dia hadapi.
Karena dengan kita memusatkan pikiran kita ,hati
kita ,untuk pekerjaan ,kegiatan pada hari yang sedang kita hadapi maka diadapat
mengoptimalkan pekerjaanya.Dan dengan itu dia dapat terhibur denganya dari
kegundahan kesedihan.
Nabi Muhammad Shallallahu Aalaihi wa sallam beliau
memanjatkan do’a dan mengajarkan umatnya untuk mengamalkan suatu do’a,beliau
menganjurkan kepada kita seiring dengan kita berdo’a mengharap pertolongan dan
karunia Allah,kita juga bersungguh dan serius dalam melakukan apa yang menjadi sebab terwujudnya harapan kita itu dan
berusaha menghindari hal-hal yang bisa menjadi sebab terhalanganya harapan kita
itu.karena Do’a itu bergandengan dengan perbuatan.
Maka seorang hamba harus bersungguh-sungguh untuk
meraih apa yang bermanfaat baginya dalam kehidupan agamanya ataupun duniawinya
dan disertai memohon keberhasilan kepada
Allah dari usaha yang telah kita lakukan.
Rasuluallah Shallallahu Aalaihi wa sallam bersabda
“Berupaya
keraslah untuk mencapai apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan
kepada Allah serta janganlah kamu lemah.”
“Jika
kamu tertimpa sesuatu janganlah kamu berkata “Andaikan aku berbuat demikian
tentu akan menjadi demikian dan demikian”
“Akan
tetapi katakanlah Allah mentaqdirkan(ini) Allah apa yang dikehendaki-Nya”
“Karena,kata
“andaikan” membukakan pintu perbuatan seta” (HR:Muslim)
Syarah Hadis
Dalam hadis ini,Rasuluallah Shallallahu Aalaihi wa
sallam memadukan antara dua hal.Yaitu antara perintah berupaya keras untuk
mencapai hal-hal yang bermanfaat dalam berbagai kondisi,seiring dengan memohon
pertolongan kepada Allah ,serta tidak mengalah kepada sikap lemah,yaitu sikap
malas yang bisa membahayakan.Dan hendaklah kita bersikap pasrah kepada Allah terhadap perkara yang telah terjadi,dan juga menata
hati agar menerima Qadha dan takdirkan Allah.
Rasuluallah Shallallahu Aalaihi wa sallam membagi
segala kejadian menjadi dua bagian:
Pertama:
Adalah hal yang dimungkinkan seorang hamba untuk berupaya meraihnya,atau
perkara,atau hal yang mungkin baginya untuk menangkisnya atau meringankanya.Disini
seorang hamba harus memunculkan daya upaya seiring memohon pertolongan kepada
Allah.
Kedua:
Adalah hal yang tidak dimungkinkan ia melakukan itu semua.Disini seorang harus
tenang ,ridha dan pasrah.
Tidak diragukan lagi bahwa berpedoman dengan prinsip
ini dengan baik adalah merupakan sarana menuju kehidupan bahagia.
Referensi Utama
Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa’idah,karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’ady.
Hanya berkat Taufik dari Allah
@Ditulis oleh Seneng Widodo ,Pada Hari Senin ,Di kampung halaman desa Sukomakmur,Kajoran,Magelang.
Posted by , Published at 8:42 PM and have
0
comments

No comments:
Post a Comment