Kiat Hidup Bahagia 4 (Kosentrasi Untuk Menghadapi Hari Ini)

Kiat Hidup Bahagia 4 (Kosentrasi Untuk Menghadapi Hari Ini)



Bismillah..
Diantara sarana yang dapat menangkis kesediahan dan keguncangan hati adalah
“Berkosentrasi ,fokus untuk memberikan pikiran kepada pekerjaan hari ini yang sedang dia hadapi dan menghentikan pikiran dari menoleh jauh dari masa yang akan datang,dan menoleh kebelakang dari kesediahan yang telah lalu.”
Oleh karena itu Rasuluallah Shallallahu Aalaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari dua sifat yaitu Al-Hamm (kegundahan) dan Al-Huzn (Kesedihan).

Al-Huzn (kegundahan) adalah  kesedihan terhadap perkara-perkara yang telah lalu ,telah terjadi.
Orang yang memikirkan perkara sedih ,atau kejadian sedih yang telah terjadi maka hatinya akan menjadi gundah dan dia menjadi orang yang tidak bahagia.Seharusnya dia ingat bahwa kejadian telah lalu,kesedihan yang telah lalu itu tidak akan terputar ulang,perkara tersebut sudah selesai.

Al-Hamm (kegundahan) adalah kegundahan yang terjadi disebabkan karena takut,khawatir terhadap sesuatu yang mungkin terjadi dimasa mendatang,

Orang memikirkan kejadian-kejadian yg  mungkin terjadi dimasa mendatang sehingga dia bingung, khawatir,takut akan terjadi sesuatu yang akan menimpa karir kerjanya,akan menimpa kesahatanya,akan menimpa hartanya.Maka orang yg seperti ini akan selalu gundah gulana.

Jadi hendaknya seorang mukmin menjadi “Putera Harinya” yaitu menjadi manusia terbaik dalam menyambut harinya ,yang sedang dihadapinya dan sekaligus mampu memfokuskan diri ,sunguh-sunguh dan serius untuk memperbaiki hari,detik yang sedang dia hadapi.

Karena dengan kita memusatkan pikiran kita ,hati kita ,untuk pekerjaan ,kegiatan pada hari yang sedang kita hadapi maka diadapat mengoptimalkan pekerjaanya.Dan dengan itu dia dapat terhibur denganya dari kegundahan kesedihan.

Nabi Muhammad Shallallahu Aalaihi wa sallam beliau memanjatkan do’a dan mengajarkan umatnya untuk mengamalkan suatu do’a,beliau menganjurkan kepada kita seiring dengan kita berdo’a mengharap pertolongan dan karunia Allah,kita juga bersungguh dan serius dalam melakukan apa yang menjadi  sebab terwujudnya harapan kita itu dan berusaha menghindari hal-hal yang bisa menjadi sebab terhalanganya harapan kita itu.karena Do’a itu bergandengan dengan perbuatan.

Maka seorang hamba harus bersungguh-sungguh untuk meraih apa yang bermanfaat baginya dalam kehidupan agamanya ataupun duniawinya dan disertai memohon keberhasilan  kepada Allah dari usaha yang telah kita lakukan.
Rasuluallah Shallallahu Aalaihi wa sallam bersabda
“Berupaya keraslah untuk mencapai apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta janganlah kamu lemah.”
“Jika kamu tertimpa sesuatu janganlah kamu berkata “Andaikan aku berbuat demikian tentu akan menjadi demikian dan demikian”
“Akan tetapi katakanlah Allah mentaqdirkan(ini) Allah apa yang dikehendaki-Nya”
“Karena,kata “andaikan” membukakan pintu perbuatan seta” (HR:Muslim)

Syarah Hadis

Dalam hadis ini,Rasuluallah Shallallahu Aalaihi wa sallam memadukan antara dua hal.Yaitu antara perintah berupaya keras untuk mencapai hal-hal yang bermanfaat dalam berbagai kondisi,seiring dengan memohon pertolongan kepada Allah ,serta tidak mengalah kepada sikap lemah,yaitu sikap malas yang bisa membahayakan.Dan hendaklah kita bersikap pasrah kepada Allah  terhadap perkara yang telah terjadi,dan juga menata hati agar menerima Qadha dan takdirkan Allah.

Rasuluallah Shallallahu Aalaihi wa sallam membagi segala kejadian menjadi dua bagian:
Pertama: Adalah hal yang dimungkinkan seorang hamba untuk berupaya meraihnya,atau perkara,atau hal yang mungkin baginya untuk menangkisnya atau meringankanya.Disini seorang hamba harus memunculkan daya upaya seiring memohon pertolongan kepada Allah.

Kedua: Adalah hal yang tidak dimungkinkan ia melakukan itu semua.Disini seorang harus tenang ,ridha dan pasrah.

Tidak diragukan lagi bahwa berpedoman dengan prinsip ini dengan baik adalah merupakan sarana menuju kehidupan bahagia.

Referensi Utama
Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa’idah,karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’ady.

Hanya berkat Taufik dari Allah

@Ditulis oleh Seneng Widodo ,Pada Hari Senin ,Di kampung halaman desa Sukomakmur,Kajoran,Magelang.



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 8:42 PM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment