Diantara sarana untuk menangkis kegelisahan yang
ditimbulkan oleh ketegangan saraf dan kekalutan hati karena beberapa hal yang
mengeruhkan pikiran adalah dengan cara
“Menyibukan
diri dengan melakukan suatu pekerjaan atau mengkaji suatu ilmu yang bermanfaat”
Dengan menyibukan diri dengan suatu pekerjaan yang
positif atau dengan mengkaji suatu ilmu yang bermanfaat,maka seseorang akan
dapat melupakan hal-hal yang menyebabkan dirinya gundah dan sedih.Dengan
demikian jiwanya akan menjadi senang dan semangatnya akan tumbuh kembali.
Sarana ini bagi orang mukmin dengan selain mukmin
sama.Hanya saja orang mukmin berbeda karena mereka unggul dengan iman.Dan dia
senantiasa mengharapkan pahala disisi Allah Ta’ala ketika melakukan sebuah
pekerjaan,atau ketika menuntut ilmu dan mengajarkanya
.
Jika pekerjaan itu berupa ibadah maka orang mukmin
dia melakukanya dengan semestinya ibadah.
Jika pekerjaan itu berupa kesibukan duniawi atau
aktivitas kesaharianya yang bersifat duniawi,maka dia sisipkan pada pekerjaan
itu niat yang benar dan ia niatkan pekerjaan itu untuk menjadi penolongnya
dalam melakukan ibadah,dan ketaatan kepada Allah.Dan hal ini memiliki pengaruh yang
efektif untuk menangkis kegundahan,kesedihan,dan kesusahan.
Berapa banyak orang yg terkena keguncangan dan
kekalutan hati lalu ia terjangkit
berbagai macam penyakit.Ternyta terapinya yang manjur adalah melupakan penyebab
yang membuat jiwanya tidak tenang,gelisah dan sedih,kemudia ia menyibukan
dirinya dengan kegiatan yang positif.
Dan seyogyanya seseorang melakukan kesibukan yang
ditanganinya itu,adalah kesibukan yang ia sukai.Jika anda suka olah raga maka
silahkan olah raga,jika anda suka membaca kitab maka bacalah kitab dll..yang
penting kegiatan tersebut positif.
Hanya berkat Taufik Dari Allah
Referensi
Al-Wasailu
Al-Mufidah Lil Hayatis Sa’idah,karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’ady.
@Ditulis oleh Seneng Widodo ,selepas shalat Maghrib,Di
Rumah Ibunda Tercinta,(Kajoran,Magelang).Pada hari Sabtu 4 Januari 2013.
Posted by , Published at 4:28 AM and have
0
comments

No comments:
Post a Comment