Taubat Sebelum Kematian

Taubat Sebelum Kematian


ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÊÈ 

“Taubat Sebeblum Kematian”
Setiap diantara kita pasti pernah melakukan yang namanya dosa,entah itu dosa besar atau dosa kecil,bahkan mungkin kita sering melakukan dosa tersebut.
Akan tetapi walaupun kita senantiasa bergelimpangan dengan dosa,kita memiliki Rabb yang maha pengampun ,yang Allah Ta’ala telah mensifati Diri-Nya dengan sifat maha pengampun dan maha penyayang
Allah Ta’ala berfirman “Maka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang”.(Qs:Al-Baqarah :226)
Oleh karena itu hendaklah kita bersegera untuk meminta ampunan kepada Allah,bertaubat kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman
* (#þqããÍ$yur 4n<Î) ;otÏÿøótB `ÏiB öNà6În/§ >p¨Yy_ur $ygàÊótã ßNºuq»yJ¡¡9$# ÞÚöF{$#ur ôN£Ïãé& tûüÉ)­GßJù=Ï9 ÇÊÌÌÈ  

 “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi  yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs:Al-Imran:133).
Ayat ini menunjukan bahwa Allah Ta’ala memerintahkan setiap diantara kita ,terutama orang-orang yang terjatuh kedalam kemaksiatan untuk bersegera mungkin untuk meminta ampunan kepada Allah Ta’ala.
Ayat ini juga menunjukan pahala orang yang bertaubat dan bertakwa berupa surga.
Menurut para Ulama Taubat dari segala dosa hukumnya wajib.
Hukum Taubat adalah Fardhu ‘Ain
Banyak dalil baik dari Al-Qur’an ,As-Sunah maupun ijma para ulama yang mengharuskan taubat bagi pelaku maksiat.
Diantara rukun taubat yang disebutkan oleh para ulama ada tiga:
1.      Benar-benar berlepas diri dari maksiat.
2.      Menyesali segala dosa yang diperbuat.
3.      Ber-azam untuk tidak mengulangi keburukan itu selama-lamanya.
Apabila salah satu dari tiga syarat tersebut tidak terpenuhi ,maka taubat seseorang dianggap tidak sah.
Adapun jika menyakut hak antar sesama manusia maka ditambah satu rukun yaitu “Melepaskan diri dari hak terkait”.Artinya jika hak tersebut berkaitan dengan harta maka dia harus mengembalikan harta tersebut,jika berkaitan dengan kehormatan,ghibah misalnya maka dia harus meminta maaf kepada orang yang telah ia dzalimi.
Ayat-ayat tentang perintah untuk bertaubat.
Allah Ta’ala berfirman “…Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah,hai orang-orang yang beriman,agar kamu beruntung,” (Qs:An-Nur:31).
Kandungan Ayat
1.      Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang mukmin ,secara keseluruhan untuk bertaubat.Ini menunjukan bahwa taubat itu hukumnya fardhu ‘Ain.
2.      Siapa saja yang telah memnuhi perintah tersebut,yaitu perintah bertaubat maka dia akan memperoleh keburuntungan dan menggapai kesuksesan.
Allah Ta’ala berfirman “Hendaknya kamu mohon ampunan kepada Rabbmu dan bertaubatlah kepada-Nya..” (Qs:Hud :3).
Kandungan Ayat
1.      Perintah untuk memohon Ampun kepada Allah dan bertaubat kepdanya.
2.      Allah maha pengampun dan penerima taubat seorang hamba yang berdosa.
3.      Memohon Ampun kepada Allah dari seluruh dosa yang telah berlalu dan bertaubat kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman
$pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqç/qè? n<Î) «!$# Zpt/öqs? %·nqÝÁ¯R 4Ó|¤tã öNä3š/u br& tÏeÿs3ムöNä3Ytã öNä3Ï?$t«Íhy öNà6n=Åzôãƒur ;M»¨Zy_ ̍øgrB `ÏB $ygÏFøtrB ㍻yg÷RF{$# tPöqtƒ Ÿw Ìøƒä ª!$# ¢ÓÉ<¨Z9$# z`ƒÏ%©!$#ur (#qãZtB#uä ¼çmyètB ( öNèdâqçR 4Ótëó¡o šú÷üt/ öNÍkÉ÷ƒr& öNÍkÈ]»yJ÷ƒr'Î/ur tbqä9qà)tƒ !$uZ­/u öNÏJø?r& $uZs9 $tRuqçR öÏÿøî$#ur !$uZs9 ( y7¨RÎ) 4n?tã Èe@à2 &äóÓx« ֍ƒÏs% ÇÑÈ  
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."(Qs:At-Tahrim:8)
Kandungan Ayat
1.      Allah memerintahan orang-orang beriman untuk bertaubat dengan taubata nasuha.
2.      Yang dimaksud dengan taubatan nasuha para ulama salaf berbeda pendapat tentang pengertianya bahkan ada duapuluh lebih pendapat.
3.      Inti dari pengertian taubat nasuha yang disebutkan ulama adalah sebgaimana yang disebutkan syaikh salim bin ‘Ied al-hilali beliau mengatkan “Taubat nasuha adalah taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh,ikhlas,dan mencakup seluruh dosa”.
Dalil-dalil tentang anjuran banyak beristighfar dan bertaubat.
Dari Abu Hurairah ,ia berkata ;Roauluallah bersabda “Demi Allah,sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari semalam lebih dari tujuh puluh kali.” (HR:Al-Bukhori).
Faedah Hadis
1.      Diperintahkan bagi setiap umat untuk bertaubat dan memohon ampun.
2.      Memperbanyak permohonan ampunan dan bertaubat ,karena seorang hamba tidak akan pernah luput dari dosa ,keslahan dan kekurangan.
3.      Rosuluallah adalah sebaik-baiknya suri teladan.
Luasnya Rahmat Allah Ta’ala
Dari Abu Musa bin Qais al-Asy’ari ,dari Nabi beliau bersabda “Sesungguhnya Allah Ta’ala membentangkan tanga-Nya pada malam hari untuk menerima taubat pelaku kejahatan(pelaku maksiat) pada siang hari,Dia membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat pelaku kejahatan pada malam hari sampai matahari terbit dari terbenamnya.” (HR:Muslim no 2759).
Faedah Hadis
1.      Penetapan sifat bagi Allah,yaitu bahwasanya Allah memiliki tangan yang sesuai dengan keagungan dan kesempurna-Nya.
2.      Luasnya Rahmat Allah meliputi segala sesuatu,Dia mengampuni semua dosa orang-orang yang bertaubat dosa siang dan malam,Allah senantiasa membuka pintu ampunanya pintu taubatnya siang dan malam.
3.      Taubat akan diterima jika dilakukan sebelum matahari terbit dari arah tenggelamnya.
Dari Abu Abdurrahman ‘Abdullah bin Umar bin al-Khaththab dari Nabi ,beliau bersabda “Sesungguhnya Allah menerima taubat setiap hamba sebelumnya nyawanya sampai dikerongkongan.” (HR:Tirmidzi dan dia menyatakan “Hadis ini hasan”).
Faedah Hadis
1.Allah Ta’ala menerima semua taubat hambanya,jika hamba tersebut benar-benar bertaubat kepada-Nya.
2.Taubat tidak diterima jika dilakukan ketika nyawa sudah sampai kerongkongan.
Allah Ta’ala berfirman
tûïÏ%©!$#ur !#sŒÎ) (#qà)xÿRr& öNs9 (#qèù̍ó¡ç öNs9ur (#rçŽäIø)tƒ tb%Ÿ2ur šú÷üt/ šÏ9ºsŒ $YB#uqs% ÇÏÐÈ   tûïÏ%©!$#ur Ÿw šcqããôtƒ yìtB «!$# $·g»s9Î) tyz#uä Ÿwur tbqè=çFø)tƒ }§øÿ¨Z9$# ÓÉL©9$# tP§ym ª!$# žwÎ) Èd,ysø9$$Î/ Ÿwur šcqçR÷tƒ 4 `tBur ö@yèøÿtƒ y7Ï9ºsŒ t,ù=tƒ $YB$rOr& ÇÏÑÈ   ô#y軟Òムã&s! Ü>#xyèø9$# tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# ô$é#øƒsur ¾ÏmŠÏù $ºR$ygãB ÇÏÒÈ  
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”
“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
“(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina,(Qs:Al-Furqan:67-69).
Kandungan Ayat
1.Orang yang membelnajkan hartanya secara berlebihan dan mereka kikir tidak mau menunaikan hak harta tersebut maka bagi mereka akan mendaptkan balsan atas dosanya tersebut,dan akan dilipat gandakan azabnya,dia dalam neraka dalam waktu yang sangat lama,dan dia dalam keadaan hina didunia mapun akhirat.
2.Orang-oranya yang menyukutukan Allah maka mereka akan mendaptkan balsan atas dosanya tersebut,dan akan dilipat gandakan azabnya,dia dalam neraka dalam kekal selama-lamanya,dan dia dalam keadaan hina didunia mapun akhirat.
3.Orang-orang yang berzina dan membunh jiwa tanpa alas an yang dibenarkan maka akan mendaptkan balsan atas dosanya tersebut,dan akan dilipat gandakan azabnya,dia dalam neraka dalam waktu yang sangat lama,dan dia dalam keadaan hina didunia mapun akhirat.
Akan tetapi Allah setelah mengancam pelaku dosa besar tadi, Allah memberikan harapan yang besar bagi mereka yaitu berupa ampunan jika mereka bertaubat Allah Ta’ala berfirman
žwÎ) `tB z>$s? šÆtB#uäur Ÿ@ÏJtãur WxyJtã $[sÎ=»|¹ šÍ´¯»s9'ré'sù ãAÏdt6ムª!$# ôMÎgÏ?$t«Íhy ;M»uZ|¡ym 3 tb%x.ur ª!$# #Yqàÿxî $VJŠÏm§ ÇÐÉÈ  
“kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs:Al-Furqan:70)
Syaikh Salim bin “Ied Al-Hilali menerangkan bahwa “Pengampunan” itu ada dua tingkatan tingkatan yang paling tinggi yaitu adalah maghfirah sebagaimana termaktub dalam ayat ini,yaitu berupa ampunan dari Allah ditambah lagi  dengan kebaikan”.
@Penulis Seneng Widodo,di selesaikan tanggal 23 safar 1435 H Masjid Babul Jan’nah.
Referensi:
1.Kitab Al-Kabair karya Imam Adz-Dzahabi.
2.Kitab Bahjatun Naaziriin Syarh Riyaadhish Shaalihin,Syaikh Salim Bin Ied Al-Hilali.















share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 7:10 AM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment