Kaidah Memahami Syirik: (1) Keyakinan Orang Musyrik

Kaidah Memahami Syirik: (1) Keyakinan Orang Musyrik




Pada kesempatan kali ini kami akan mengangkat sebuah pembahasan tentang bagaimana cara memahami kesyirikan dan saya mengambil kaidah ini dari kitab Qowa'idul arba ,yang kemudian dijelaskan oleh Syaikh Sholeh Al-Fauzan hafizhahullah

Kaedah yang Pertama

Syaikh Muhammad At-Tamimi didalam kitab beliau Al-Qowa'idul Arba beliau mengatakan
Kamu harus mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi Rasuluallah juga mengakui bahwa Allah Ta'ala adalah pencipta dan pengatur.Namun pengakuan itu belum memasukan mereka kedalam Islam.Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala :
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi,atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan ,dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup,dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab: “Allah”.Maka Katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (Qs:Yunus:31).

Syarah Kaidah Pertama
Hendaknya kamu mengetahui bahwasanya orang-orang kafir yang telah diperangi oleh Rasuluallah adalah orang-orang yang mengakui Tauhid Rububiyah,akan tetapi pengakuan mereka terhadap Tauhid Rububiyah belumlah memasukan mereka kedalam Islam dan tidak menjadikan diharamkannya darah dan harta mereka.

Dari sini menunjukan bahwa sesungguhnya tauhid itu bukanlah sekedar pengakuan tentang Tauhid Rububiyah semata.Dan juga kesyirikan itu tidak hanya sebatas kesyirikan dalam rububiyah semata.

Bahkan tidak ada seorangpun yang menyekutukan Allah dalam hal rububiyyah,kecuali segelintir orang yang sesat,sebab setiap umat mengakui Tauhid rububiyyah.

Tauhid Rububiyyah adalah pengakuan bahwa Allah Ta'ala adalah pencipta,pemberi rizki,yang menghidupkan ,yang mematikan dan yang mengatur.

Tidak ada satupun makhluk yang mengakui ada pencipta selain Allah,ada yang memberi rizki selain Allah ,atau ada yang mematikan dan menghidupkan selain Allah,Bahkan orang musyrik-pun mengakui bahwa Allah Ta'ala adalah satu-satunya yang memberi rizki,yang menghidupkan ,mematikan,dan Yang mengatur segala sesuatu.

Dalil-dalil tentang hal diatas sangatlah banyak diantaranya.
Allah Ta'ala berfirman “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Tentu mereka akan menjawab “Allah”.(Qs:Luqman:25)

Allah Ta'ala berfirman “Katakanlah: “Siapakah yang mempunyai langit yang tujuh dan yang mempunyai Arsy yang besar?”Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah” (Qs:Al-Mukminun:86-87).

masih banyak ayat-ayat lain yang semisal dengan diatas yang menerangkan kepada kita bahwa orang musyrik yang diperangi oleh Rasuluallah adalah orang yang mengakui tentang Tauhid Rububiyah.

Dan juga termasuk firman Allah Ta'ala yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad At-Tamimi
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi,atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan ,dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup,dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab: “Allah”.Maka Katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (Qs:Yunus:31).

Tidaklah Tauhid itu hanya sebatas mengakui tauhid Rububiyyah saja,seperti yang dikatakan oleh ahlul-kalam didalam keyakinan mereka.Mereka menetapkan bahwa tauhid itu adalah keyakinan bahwa Allah itu esa Dzat-Nya ,tidak tebilang ,esa dalam sifat-sifat-Nya,tiada yang menyerupai-Nya,esa dalam perbuatanya ,tidak ada sekutu bagi-Nya.Ini tidak lain adalah Tauhid Rububiyyah.Rujuklah dalam kitab mana saja dari kitab-kitab para ulama ahlu-kalam ,maka kalian akan mendapati mereka tidak keluar dari seputar tauhid rububiyyah .Ini bukanlah tauhid yang denganya Allah mengutus para Rosul.Menyakini hal ini saja tidak memberikan manfaat bagi pelakunya,sebab yang seperti ini diakui oleh kaum musyrikin dan orang-orang kafir.

Tambahan keterangan dari Saya (penulis)

Ketahuilah bahwasanya Tauhid bukanlah hanya tauhid Rububiyyah saja ,akan tetapi masih ada Tauhid Uluhiyyah yang denganya Allah mengutus para Rasul,

Tauhid uluhiyyah yaitu mengesakan Allah dalam ibadah,artinya semua ibadah kita ,kita hanya tujukan kepada Allah Ta'ala.

Barang siapa yang pengakuan tentang Tauhid hanya sebatas Rububiyah saja ,dan tidak mau menuju ke Tauhid Uluhiya maka keykinan mereka tidak melebihi keyakinan Abu Lahab dan Abu Jahal.

Semoga Allah memberikan kita pemahaman dalam masalah Tauhid dan menjauhkan kita dari segala macam bentuk kesyirikan.

Insya Allah bersambung.........

Hanya berkat Taufik Allah

Selesai ditulis selepas shalat Maghrib Oleh Abu Abdurrahman Farhan (S.Widodo),di Masjid Babul Jan'nah SMK Muh 1 Salam,Magelang.



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 4:35 AM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment