Pada kesempatan kali ini kami akan
mengangkat sebuah pembahasan tentang bagaimana cara memahami
kesyirikan dan saya mengambil kaidah ini dari kitab Qowa'idul arba
,yang kemudian dijelaskan oleh Syaikh
Sholeh Al-Fauzan hafizhahullah
Kaedah yang Pertama
Syaikh Muhammad At-Tamimi didalam kitab
beliau Al-Qowa'idul Arba beliau mengatakan
“Kamu harus mengetahui bahwa
orang-orang kafir yang diperangi Rasuluallah juga mengakui bahwa
Allah Ta'ala adalah pencipta dan pengatur.Namun pengakuan itu belum
memasukan mereka kedalam Islam.Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala :
“Katakanlah: “Siapakah yang
memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi,atau siapakah yang kuasa
(menciptakan) pendengaran dan penglihatan ,dan siapakah yang
mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati
dari yang hidup,dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka
akan menjawab: “Allah”.Maka Katakanlah “Mengapa kamu tidak
bertakwa kepada-Nya?” (Qs:Yunus:31).
Syarah Kaidah Pertama
Hendaknya kamu mengetahui bahwasanya orang-orang kafir yang telah
diperangi oleh Rasuluallah adalah orang-orang yang mengakui Tauhid
Rububiyah,akan tetapi pengakuan mereka terhadap Tauhid Rububiyah
belumlah memasukan mereka kedalam Islam dan tidak menjadikan
diharamkannya darah dan harta mereka.
Dari sini menunjukan bahwa sesungguhnya tauhid itu bukanlah sekedar
pengakuan tentang Tauhid Rububiyah semata.Dan juga kesyirikan itu
tidak hanya sebatas kesyirikan dalam rububiyah semata.
Bahkan tidak ada seorangpun yang menyekutukan Allah dalam hal
rububiyyah,kecuali segelintir orang yang sesat,sebab setiap umat
mengakui Tauhid rububiyyah.
Tauhid Rububiyyah adalah pengakuan bahwa Allah Ta'ala adalah
pencipta,pemberi rizki,yang menghidupkan ,yang mematikan dan yang
mengatur.
Tidak ada satupun makhluk yang mengakui ada pencipta selain Allah,ada
yang memberi rizki selain Allah ,atau ada yang mematikan dan
menghidupkan selain Allah,Bahkan orang musyrik-pun mengakui bahwa
Allah Ta'ala adalah satu-satunya yang memberi rizki,yang menghidupkan
,mematikan,dan Yang mengatur segala sesuatu.
Dalil-dalil tentang hal diatas sangatlah banyak diantaranya.
Allah Ta'ala berfirman “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan
kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Tentu
mereka akan menjawab “Allah”.(Qs:Luqman:25)
Allah Ta'ala berfirman “Katakanlah: “Siapakah yang mempunyai
langit yang tujuh dan yang mempunyai Arsy yang besar?”Mereka akan
menjawab: “Kepunyaan Allah” (Qs:Al-Mukminun:86-87).
masih banyak ayat-ayat lain yang semisal dengan diatas yang
menerangkan kepada kita bahwa orang musyrik yang diperangi oleh
Rasuluallah adalah orang yang mengakui tentang Tauhid Rububiyah.
Dan juga termasuk firman Allah Ta'ala yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad At-Tamimi
“Katakanlah:
“Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi,atau
siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan ,dan
siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan
yang mati dari yang hidup,dan siapakah yang mengatur segala urusan?
Maka mereka akan menjawab: “Allah”.Maka Katakanlah “Mengapa
kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (Qs:Yunus:31).
Tidaklah Tauhid itu hanya sebatas mengakui tauhid Rububiyyah
saja,seperti yang dikatakan oleh ahlul-kalam didalam keyakinan
mereka.Mereka menetapkan bahwa tauhid itu adalah keyakinan bahwa
Allah itu esa Dzat-Nya ,tidak tebilang ,esa dalam
sifat-sifat-Nya,tiada yang menyerupai-Nya,esa dalam perbuatanya
,tidak ada sekutu bagi-Nya.Ini tidak lain adalah Tauhid
Rububiyyah.Rujuklah dalam kitab mana saja dari kitab-kitab para ulama
ahlu-kalam ,maka kalian akan mendapati mereka tidak keluar dari
seputar tauhid rububiyyah .Ini bukanlah tauhid yang denganya Allah
mengutus para Rosul.Menyakini hal ini saja tidak memberikan manfaat
bagi pelakunya,sebab yang seperti ini diakui oleh kaum musyrikin dan
orang-orang kafir.
Tambahan keterangan dari Saya (penulis)
Ketahuilah bahwasanya Tauhid bukanlah hanya tauhid Rububiyyah saja
,akan tetapi masih ada Tauhid Uluhiyyah yang denganya Allah mengutus
para Rasul,
Tauhid uluhiyyah yaitu mengesakan Allah dalam ibadah,artinya semua
ibadah kita ,kita hanya tujukan kepada Allah Ta'ala.
Barang siapa yang pengakuan tentang Tauhid hanya sebatas Rububiyah
saja ,dan tidak mau menuju ke Tauhid Uluhiya maka keykinan mereka
tidak melebihi keyakinan Abu Lahab dan Abu Jahal.
Semoga Allah memberikan kita pemahaman dalam masalah Tauhid dan
menjauhkan kita dari segala macam bentuk kesyirikan.
Insya Allah bersambung.........
Hanya berkat Taufik Allah
Selesai ditulis selepas shalat Maghrib Oleh Abu Abdurrahman Farhan
(S.Widodo),di Masjid Babul Jan'nah SMK Muh 1 Salam,Magelang.
Posted by , Published at 4:35 AM and have
0
comments

No comments:
Post a Comment