A.Perbedaan Orang Beriman dan Selainya dalam
Menghadapi Musibah dan Cobaan
Bisa jadi anda akan mendapati dua orang yang mereka
mendapatkan nikmat dan cobaan yang sama
akan tetapi dalam mereka menghadapinya sangat berbeda jauh.Hal ini tergantung
dengan kadar iman dan amal shaleh mereka.
Orang beriman ,mereka ketika mengahadapi kenikmatan
atau keburuntungan,mereka hadapi dengan bersyukur kepada Allah dan sikap
perilaku mereka membuktikan syukurnya itu.
Sedangkan ketika mereka tertimpa
musibah,kegundahan,kesedihan maka mereka menghadapinya dengan bersabar dan
perilakunya membuktikan kesungguhan kesabaranya.
Sehingga dengan demikian itu,akan membuahkan hatinya
menjadi lapang ,kesenangan,kegembiraan akan dia rasakan.Dan kegundahan,kegelisahan
hati,kesedihan hati akan segera hilang dan sirna.Selanjutnya kehidupan bahagia
benar-benar akan menjadi realita baginya didunia ini.
Sedangkan yang lain mereka menghadapi datangnya
kenikmatan ,kesenangan hidup dengan kecongkahan,kesombongan dan bersikap
melampui batas,sehingga melencenglah moralnya ,ia gunakan nikmat itu untuk
bermkasiat kepada Allah.
Seiring dengan itu hatinya tidak tentram ,bahkan
hatinya bercerai berai oleh berbagai hal.Dia kawatir nikmatnya akan hilang,dia
takut nikmatnya itu akan hancur.Hatinya gelisah karena bingung memikirkan
benturan-benturan yang akan terjadi kepada kenikmatanya itu.
Bahkan dia terus menginkan banyak hal lagi.Yang
kadang sesuatu yang dia inginkan itu tercapai dan kadang juga tidak.Kalau
seandainya tercapai lagi dia belum juga tenang karena dia tidak pernah puas
dengan sesuatu hal.
Diapun hatinya menjadi gelisah ,merasa
sulit,kawatir dan gusar.Sehingga dia
tidak berbahgia hidupnya.
B.Qana’ahnya Orang beriman
Orang beriman dia berusaha untuk bersifat qana’ah Karena
memang agama islam memerintahkan demikian.Ketika dia mendapatkan cobaan ,berupa
penyakit,kefakiran harta yang setiap manusia bisa menjadi sasaran.Maka dengan
iman dan jiwa qana’ah dia merasa ridha terhadap ketetapan Allah tersebut
sehingga dia tetap berbahagia.
Dalam maslah materi dia melihat orang yang
dibawahnya ,dia tidak memandang orang yang diatasnya.
Dan orang mukmin dia akan mendapat pertolongan dari
Allah Ta’ala.
@Ditulis oleh Abu Abdurrahman Farhan (Seneng Widodo)
,Di Tanah Kelahiran,Desa Kajoran,Selsai pada Malam Hari pukul 21:30 .pada hari
Jum’at 3 Januari 2014.
Posted by , Published at 6:36 AM and have
0
comments

No comments:
Post a Comment