Kiat Hidup Bahagia 1(Beriman & Amal Shalih 2)

Kiat Hidup Bahagia 1(Beriman & Amal Shalih 2)




A.Perbedaan Orang Beriman dan Selainya dalam Menghadapi Musibah dan Cobaan
Bisa jadi anda akan mendapati dua orang yang mereka mendapatkan nikmat  dan cobaan yang sama akan tetapi dalam mereka menghadapinya sangat berbeda jauh.Hal ini tergantung dengan kadar iman dan amal shaleh mereka.

Orang beriman ,mereka ketika mengahadapi kenikmatan atau keburuntungan,mereka hadapi dengan bersyukur kepada Allah dan sikap perilaku mereka membuktikan syukurnya itu.

Sedangkan ketika mereka tertimpa musibah,kegundahan,kesedihan maka mereka menghadapinya dengan bersabar dan perilakunya membuktikan kesungguhan kesabaranya.

Sehingga dengan demikian itu,akan membuahkan hatinya menjadi lapang ,kesenangan,kegembiraan akan dia rasakan.Dan kegundahan,kegelisahan hati,kesedihan hati akan segera hilang dan sirna.Selanjutnya kehidupan bahagia benar-benar akan menjadi realita baginya didunia ini.

Sedangkan yang lain mereka menghadapi datangnya kenikmatan ,kesenangan hidup dengan kecongkahan,kesombongan dan bersikap melampui batas,sehingga melencenglah moralnya ,ia gunakan nikmat itu untuk bermkasiat kepada Allah.

Seiring dengan itu hatinya tidak tentram ,bahkan hatinya bercerai berai oleh berbagai hal.Dia kawatir nikmatnya akan hilang,dia takut nikmatnya itu akan hancur.Hatinya gelisah karena bingung memikirkan benturan-benturan yang akan terjadi kepada kenikmatanya itu.

Bahkan dia terus menginkan banyak hal lagi.Yang kadang sesuatu yang dia inginkan itu tercapai dan kadang juga tidak.Kalau seandainya tercapai lagi dia belum juga tenang karena dia tidak pernah puas dengan sesuatu hal.
Diapun hatinya menjadi gelisah ,merasa sulit,kawatir  dan gusar.Sehingga dia tidak berbahgia hidupnya.

B.Qana’ahnya Orang beriman
Orang beriman dia berusaha untuk bersifat qana’ah Karena memang agama islam memerintahkan demikian.Ketika dia mendapatkan cobaan ,berupa penyakit,kefakiran harta yang setiap manusia bisa menjadi sasaran.Maka dengan iman dan jiwa qana’ah dia merasa ridha terhadap ketetapan Allah tersebut sehingga dia tetap berbahagia.

Dalam maslah materi dia melihat orang yang dibawahnya ,dia tidak memandang orang yang diatasnya.
Dan orang mukmin dia akan mendapat pertolongan dari Allah Ta’ala.

@Ditulis oleh Abu Abdurrahman Farhan (Seneng Widodo) ,Di Tanah Kelahiran,Desa Kajoran,Selsai pada Malam Hari pukul 21:30 .pada hari Jum’at 3 Januari 2014.





share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 6:36 AM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment